logo
Keamanan

Boat Tanpa Awak Ditemukan Mengapung di Perairan Pidie, Panglima Laot Duga Pemilik Terjatuh ke Laut

thor

Kontributor SIPIDIE

Senin, 13-07-2026 (10:59)
1.686 Dilihat
Boat Tanpa Awak Ditemukan Mengapung di Perairan Pidie, Panglima Laot Duga Pemilik Terjatuh ke Laut

PIDIE – Sebuah boat nelayan berukuran 3 Gross Ton (GT) ditemukan mengapung tanpa awak di perairan sekitar kawasan Pabrik Semen Laweung, Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.


Boat yang dikenal masyarakat pesisir Aceh sebagai boat "tep-tep" tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan asal Kecamatan Batee dalam kondisi mesin masih menyala dan terus berputar di laut tanpa ada seorang pun di dalamnya.


Boat ditemukan sekitar lima mil dari garis pantai. Setelah berhasil diamankan, nelayan membawa boat tersebut ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Nehen, Kecamatan Batee.


Panglima Laot Pidie, Marfian AS atau yang akrab disapa Acong, mengatakan nelayan sempat melakukan pencarian di sekitar lokasi penemuan untuk memastikan keberadaan pemilik boat, namun tidak menemukan siapa pun.


"Saat ditemukan, boat masih hidup mesinnya tetapi tidak ada awak di dalamnya. Nelayan sempat mencari di sekitar lokasi, namun tidak menemukan pemiliknya," kata Marfian, Kamis (9/7/2026).


Berdasarkan hasil penelusuran sementara, boat tersebut diduga bukan milik nelayan Kabupaten Pidie. Marfian menyebut boat itu sebelumnya diketahui berasal dari Pidie Jaya dan diduga telah berpindah kepemilikan ke Banda Aceh.


Ia menduga pemilik boat kemungkinan terjatuh ke laut saat sedang melaut sehingga boat terus bergerak tanpa kendali. Namun hingga kini, dugaan tersebut masih menunggu kepastian lebih lanjut.


Menurut Marfian, mesin boat jenis tersebut mampu beroperasi hingga sekitar delapan jam selama bahan bakar masih tersedia. Kondisi itu menyebabkan boat tetap bergerak liar di laut meski tidak ada yang mengemudikannya.


Pihak Panglima Laot Pidie telah berkoordinasi dengan kepolisian serta Panglima Laot di sejumlah daerah untuk menelusuri identitas pemilik boat sekaligus memastikan ada atau tidaknya laporan nelayan yang hilang.


Selain itu, Marfian mengimbau para nelayan agar tidak melaut seorang diri demi mengurangi risiko kecelakaan di laut.


"Kalau terjadi sesuatu saat melaut sendirian, tidak ada yang dapat segera memberikan pertolongan atau melaporkan kejadian tersebut. Karena itu kami mengimbau nelayan agar berangkat melaut minimal berdua," ujarnya.


Menurutnya, sebagian besar nelayan di Kabupaten Pidie kini sudah mulai melaut secara berkelompok, meski masih ada yang memilih pergi sendiri dengan alasan menghemat biaya operasional.


Panglima Laot berharap kejadian serupa menjadi pengingat bagi seluruh nelayan agar selalu mengutamakan keselamatan saat bekerja di laut serta saling menjaga selama menjalankan aktivitas penangkapan ikan.


SIPIDIE akan terus menghadirkan informasi resmi mengenai pelayanan publik, pembangunan, dan potensi desa di Kabupaten Pidie sebagai bagian dari upaya mendukung keterbukaan informasi kepada masyarakat.

Dapatkan Update Berita Langsung

Berlangganan newsletter mingguan kami untuk mendapatkan rangkuman berita penting seputar Kabupaten Pidie langsung ke email Anda.