logo
Pendidikan

Dispersip Pidie Targetkan 50 Cerita Rakyat Dibukukan Melalui Bimtek Kepenulisan

thor

Kontributor SIPIDIE

Senin, 13-07-2026 (11:00)
1.553 Dilihat
Dispersip Pidie Targetkan 50 Cerita Rakyat Dibukukan Melalui Bimtek Kepenulisan

PIDIE – Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispersip) Kabupaten Pidie menargetkan lahirnya 50 naskah cerita rakyat yang siap dibukukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMP Negeri 2 Sigli, Kamis (9/7/2026), sebagai upaya melestarikan tradisi lisan dan memperkuat budaya literasi di Kabupaten Pidie.


Bimtek ini diikuti para peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Pidie yang sebelumnya telah menghimpun puluhan naskah cerita rakyat. Selanjutnya, seluruh naskah akan memasuki tahap penyuntingan agar memenuhi kaidah penulisan yang baik sebelum diterbitkan dalam bentuk buku.


Kegiatan dibuka oleh Kepala Dispersip Kabupaten Pidie, Turno Junaidi, yang membacakan sambutan Bupati Pidie, H. Sarjani Abdullah, SH., MH.


Dalam sambutannya, Bupati Pidie menyampaikan apresiasi kepada Perpustakaan Nasional Republik Indonesia atas dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Nonfisik sehingga program penguatan literasi tersebut dapat terlaksana.


"Terima kasih kepada Perpustakaan Nasional RI atas dukungan DAK Nonfisik kepada Pemerintah Kabupaten Pidie sehingga kegiatan ini dapat diselenggarakan," demikian sambutan Bupati yang dibacakan Turno Junaidi.


Bupati menegaskan bahwa penguatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu komitmen Pemerintah Kabupaten Pidie. Selain melalui peningkatan sarana pendidikan, pemerintah juga terus mendorong tumbuhnya budaya membaca dan menulis di tengah masyarakat.


Menurutnya, kolaborasi dengan komunitas literasi menjadi langkah penting untuk melahirkan generasi yang memiliki kemampuan literasi sekaligus mampu menjaga kekayaan budaya daerah.


Dalam kegiatan tersebut, Dispersip Pidie menghadirkan sejumlah narasumber yang berpengalaman di bidang kepenulisan, yakni Junaidi Ahmad, penulis buku Pidie yang Tidak Kalian Ketahui, Musmarwan Abdullah, penulis Dijamin Bukan Mimpi, serta Ustaz Azmi Abubakar yang dikenal melalui sejumlah buku bertema keagamaan. Kegiatan dipandu oleh moderator Mursyidah.


Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Pidie, Turno Junaidi, mengatakan bimtek ini bertujuan menggali, mendokumentasikan, dan melestarikan cerita rakyat yang selama ini berkembang secara lisan di tengah masyarakat agar tidak hilang ditelan zaman.


Peserta juga memperoleh pendampingan dalam menyempurnakan alur cerita, penggunaan bahasa sesuai Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), penguatan unsur 5W+1H, serta teknik penelusuran sumber cerita.


Setiap naskah yang telah lolos seleksi awal akan melalui proses penyuntingan bersama narasumber dan editor sehingga menghasilkan karya yang lebih lengkap, akurat, dan layak diterbitkan.


Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Pidie berharap semakin banyak karya tulis yang mendokumentasikan sejarah, budaya, dan kearifan lokal sehingga dapat menjadi warisan pengetahuan bagi generasi mendatang sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.

Dapatkan Update Berita Langsung

Berlangganan newsletter mingguan kami untuk mendapatkan rangkuman berita penting seputar Kabupaten Pidie langsung ke email Anda.