Mahasiswa KKN USK Perkuat Literasi di 19 Gampong Kabupaten Pidie
thor
Kontributor SIPIDIE

PIDIE – Ratusan mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi Tahun 2026 di 19 gampong yang tersebar di 11 kecamatan di Kabupaten Pidie. Program tersebut diharapkan mampu memperkuat budaya membaca dan meningkatkan literasi masyarakat hingga ke tingkat desa.
Mahasiswa KKN diterima Pemerintah Kabupaten Pidie melalui Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat di Oproom Bupati Pidie pada Selasa (7/7/2026), sebelum diserahkan kepada pemerintah kecamatan untuk menjalankan pengabdian di lokasi masing-masing.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Pidie, Turno Junaidi, SKM., MKM., mengatakan Dispersip siap mendukung pelaksanaan KKN Tematik Literasi melalui koordinasi dan pendampingan di lapangan.
"Kami siap berkoordinasi dengan mahasiswa agar program KKN Tematik Literasi dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujar Turno, Sabtu (11/7/2026).
Menurutnya, Dispersip juga telah menjalin komunikasi dengan mahasiswa yang mulai melaksanakan kegiatan di sejumlah gampong, termasuk memfasilitasi akses ke lokasi pengabdian serta melakukan pendampingan di beberapa desa.
Turno menjelaskan, program KKN Tematik Literasi dirancang untuk memperkuat peran perpustakaan desa dan meningkatkan budaya literasi masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif.
Berbagai program yang akan dilaksanakan mahasiswa antara lain pengelolaan perpustakaan desa, penguatan layanan perpustakaan, kegiatan membaca nyaring, pelatihan mengulas buku, penulisan cerita berbasis bacaan, literasi di sekolah, hingga apresiasi literasi tingkat desa.
Ia berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus mendorong tumbuhnya budaya membaca sebagai bagian dari upaya mewujudkan generasi yang berpengetahuan dan berdaya saing.
Mahasiswa KKN Tematik Literasi ditempatkan di sejumlah kecamatan, di antaranya Indrajaya, Kota Sigli, Mutiara, Kembang Tanjong, Mane, Grong-Grong, Glumpang Tiga, Peukan Baro, Mutiara Timur, Pidie, dan Glumpang Baro.
Pemilihan lokasi tersebut dilakukan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dengan mempertimbangkan gampong-gampong yang sebelumnya telah menerima bantuan buku bacaan bermutu bagi perpustakaan desa, taman bacaan masyarakat, maupun rumah ibadah pada tahun 2024 dan 2025.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah daerah, dan masyarakat, program KKN Tematik Literasi diharapkan mampu memperkuat budaya membaca, meningkatkan kualitas literasi masyarakat, serta mengoptimalkan pemanfaatan perpustakaan desa sebagai pusat belajar dan pemberdayaan masyarakat.
BAGIKAN BERITA


